Tips Pemberian ASI Bagi Wanita Bekerja

Posted on Agustus 2, 2009

0


Banyak para ibu yang datang untuk konseling padaku, diantara mereka adalah para ibu yang bekerja atau mereka melabelkan kelompok ini dengan Working Mother/WM :D

Keyakinan penuh akan betapa dahsyatnya Air Susu Ibu (ASI), membuat mereka belajar dan berupaya kuat untuk tetap memberikan ASI walaupun bekerja.

Pemberian ASI pada wanita bekerja tentunya melalui ASI perah (ASIP) dan hal ini tidaklah sulit. Saya pribadi lebih melihat ini sebagai sebuah seni.

Kenapa seni? Bagaimana tidak? Saat memerah dilakukan, sang ibu demi memudahkan dirinya saat memerah harus membayangkan si bayi. Hal ini akan sangat membantu dirinya untuk memperlancar refleks oksitosin atau merangsang Let Down Reflex. Let down reflex atau LDR dapat dirangsang dan bisa diperoleh dalam beberapa kali saat memerah ASI.

Saat refleks tersebut muncul, maka menandakan bahwa refleks oksitosin mulai berjalan, ASI akan keluar dari payudara. ibu akan menyadari bahwa LDR akan membuat ASI mengalir dengan lancar dan melimpah ruah.

Tahapan dalam meraih Let Down Reflex adalah :
1. Ambil posisi yang nyaman dan tenang untuk memerah ASI
2. Lakukan relaksasi dengan memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, kemudian hembuskan perlahan
3. Saat memejamkan mata, ibu dapat membayangkan wajah buah hati atau mengingat setiap peristiwa yang menyenangkan bersama buah hati. Selain itu, dapat pula dengan melihat foto atau rekaman suara atau bahkan video tentang buah hati tercinta
4. Puting diraba dengan gerakan memutar atau dikilik halus, hingga terasa sensasi cinta dan kenyamanan
5. Setelah sensasi tersebut diperoleh, maka ibu dapat memulai memerah ASI baik dengan tangan maupun dengan penggunaan alat bantu yaitu pompa.

Ahh…indahnya.. Begitu indah momen dimana sang ibu memerah dengan semua luapan cinta kasih terhadap bayinya. Tidak ada yang perlu dikejar-kejar saat memerah, karena memang tidak ada target pencapaiannya. Yang ada adalah hanya menikmati..menikmati..dan menikmati momen tersebut. Semakin ibu rileks dan menikmati proses memerah tersebut..wuuuaaahhh semakin lancarlah refleks oksitosin, yang pada akhirnya merangsang produski ASI lebih banyak.

Berbicara mengenai ASIP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yah..

A.Cara Pengeluaran ASI

1. Cara Memerah : Cara ini lebih direkomendasikan karena lebih maksimal

- Cuci tangan terlebih dahulu

- Siapkan cangkir atau wadah dengan diameter cukup lebar yang bersih, sehingga saat memerah ASI tidak berserakan

- Lakukan pemijatan di payudara dengan kedua telapak tangan

- Letakkan dua jari di pinggir areola, tekan, dan perah. Lakukan proses ini berulang-ulang

Untuk lebih jelas, silakan buka link ini

B. Cara penyimpanan

Masih banyak ibu yang mengira bahwa menyimpan ASI adalah dengan menjaga suhu ASI tetap hangat seperti saat baru dikeluarkan dari payudara.

Sebetulnya penyimpanan ASIP yang baik adalah dengan membuat ASIP dalam suhu dingin bahkan beku. Dan, jangan lupa saat proses memerah berlangsung yang sangat penting untuk diperhatikan adalah menjaga kebersihan diri. Ibu sangat dianjurkan untuk memncuci tangan terlebih dahulu dan jika menggunakan pompa harus memastikan bahwa pompa pun bersih.

ASIP dapat disimpan untuk beberapa waktu. Perhatikan perbedaan lama penyimpanan pada suhu yang berbeda, yaitu :

1. Pada suhu kamar/udara terbuka : 6 – 8 jam

2. Pada lemari es bawah : 7 hari

3. Pada lemari pendingin / freezer : 6 bulan

Perhatikan pula cara penyimpanannya. Menyimpan ASIP sebaiknya menggunakan tabung gelas/kaca. Karena lemak yang menempel pada dinding tabung akan mudah dibersihkan. Jika akan menggunakan plastik, pastikan plastik tersebut aman. Jangan sampai ASIP yang kita berikan pada bayi terkontaminasi oleh zat – zat kimiawi berbahaya.

Saat ASIP sudah terkumpulkan, letakkan terlebih dahulu pada suhu kamar hingga suhu hangat yang ada menurun. Kemudian simpan pada lemari es bawah beberapa waktu. Setelah dingin, barulah tabung ASIP dipindahkan ke freezer. Tahapan ini bertujuan menjaga kualitas ASIP.

Oleh karena itu, bagi para ibu yang melakukan seremoni suci ini sebaiknya memiliki ‘cooler bag’ atau termos. Hal ini sangat penting, apalagi jika jarak tempuh cukup memakan waktu. Dimana tabung ASIP diletakkan pada bagian bawah dan diatas tabung tersebut diletakkan es batu untuk menjaga ASIP dalam suhu dingin.

C.Cara Pengolahan

ASIP yang disimpan sebelum diberikan pada bayi, sebaiknya diolah terlebih dahulu. Sehingga, ASIP yang diberikan tidak berada dalam suhu dingin, karena bayi biasanya akan menolak.

Jika ASIP yang akan diberikan berada dalam freezer, maka pindahkan terlebih dahulu ke lemari es bawah dan biarkan sampai mencair.

Setelah mencair, ASIP dikeluarkan dan diletakkan pada suhu kamar sampai embun-embun yang ada di dinding tabung menghilang. Nahh…setelah itu baru ibu merendam ASIP pada wadah berisi air hangat cenderung panas.

ASI yang telah didinginkan ini, tidak dianjurkan untuk direbus bila akan diberikan, karena kualitas ASIP akan menurun terutama unsur imunitas / kekebalannya.

D. Cara pemberian

Hal ini pun sangat penting diperhatikan lhoo.. Seringkali ibu memberikan ASIP dengan menggunakan dot/botol. Padahal hal ini sangat riskan, yaitu meyebabkan bayi “bingung puting”. Pastikan pemberian ASIP dengan menggunakan cangkir atau sendok, dan selama pemberian ASIP bukan ibu yang memberikan.

Langkah pemberian :

1. Orang yang memberikan ASIP duduk memangku bayi, dimana posisi bayi adalah setengah duduk.

2. Punggung bayi dipegang dengan lengan.

3. Cangkir diletakkan pada bibir bawah bayi.

4. Lidah bayi berada di pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASIP dari dalam cangkir,  gerakan lida akan seperti seekor kucing yang sedang minum. Sangat tidak dianjurkan pemberian dengan cankir / sendok dengan menuangkan, hal ini akan berakibat bayi tersedak.

5. Beri sedikit waktu istirahat setiap kali menelan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi seluruh ibu yang penuh cinta kasih. Banyak ibu yang kurang mendapatkan informasi akan hal ini, sehingga seringkali pemberian ASI eksklusif (ASIX) gagal dan menyerah pada susu formula. Banyak pula para ibu yang saat mengetahui bahwa ASIX dapat disimpan dalam waktu lama, sangat meyesali bahwa informasi ini terlambat mereka dapatkan.

Dengan dukungan suami dan keluarga disertai NIAT-KOMITMEN KUAT akan cinta kasih ibu terhadap bayinya, proses pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai 2 tahun terlihat mudah bukan?? So..mommies lets breastfeeding your baby. Enjoy every romance time between you and your baby. Its loooovvvveee on the airrr…  :D

You know where to find me.. :D

Posted in: Dunia Sehat