Penanganan Luka Bakar

Posted on Juli 13, 2009

0


Menghadapi kejadian luka bakar pada anak bagi setiap ibu, seringkali membuat panik dan detak jantung serasa berhenti seketika. Perasaan yang kualami saat Jibril berlari sambil menangis dan menunjukkan adanya luka bakar akibat knalpot panas pada kaki kanannya. Ahhh…anakku sayang.. Begitu hati-hati aku menjagamu, namun apa yang kukhawatirkan terjadi juga. Kuangkat Jibril dalam pelukan dan berlari mencari air dingin yang mengalir, sebagai pertolongan pertama dan berharap bahwa lukanya tidaklah berdampak buruk. Di bawah ini, sedikit pembahasan mengenai luka bakar yang mungkin saja dialami oleh diri kita ataupun anggota keluarga kita.

Luka bakar merupakan bahaya yang potensial terjadi di setiap rumah tangga; banyak laporan menunjukkan, luka bakar oleh karena air panas/cairan panas adalah jenis yang paling sering terjadi pada anak. Bayi dan anak kecil lebih rentan terkena sebab rasa ingin tahu yang besar serta kulit mereka yang sangat sensitif. Luka bakar yang kecil biasanya dapat ditangani dengan aman di rumah, tapi luka bakar yang cukup luas tentu saja memerlukan perawatan medis. Yang penting ialah melakukan tindakan pencegahan sederhana di rumah.

Penyebab yang sering :
• terkena air panas, minyak panas dan uap panas

• kontak dengan benda panas (setrika, kompor)

• terkena bahan kimia (asam sulfat, bahan pemutih)

• sengatan listrik

• terpapar lama dengan sinar matahari.

Jenis luka bakar :

Luka bakar dibagi menjadi 3 derajat tergantung seberapa hebat kerusakan pada kulit. Semua penyebab tersebut diatas, dapat menyebabkan ketiga derajat luka bakar.

Akan tetapi yang menentukan bagaimana luka bakar diobati adalah jenis dan penyebabnya. Semua luka bakar harus segera ditangani untuk mengurangi suhu disekitar lokasi luka bakar serta mengurangi kerusakan kulit maupun jaringan sekitar bila luka bakar luas.

Derajat Luka Bakar:

1. Luka bakar derajat satu : paling ringan, hanya mengenai lapisan kulit terluar. Kulit yang terkena terlihat kemerahan, nyeri, sedikit bengkak tapi tidak ada lepuh. Kulit menjadi berwarna putih jika ditekan. Luka bakar jenis ini sembuh dalam waktu 3 – 6 hari; lapisan kulit superfisial pada daerah yang terkena akan mengelupas dalam waktu 1 – 2 hari.

2. Luka bakar derajat dua : lebih berat, mengenai sampai lapisan kulit yang berikutnya. Terbentuk lepuh, nyeri lebih hebat dan kulit kemerahan serta, bisa nampak berwarna putih sampai merah ceri. Waktu sembuh bervariasi, sangat bergantung pada luasnya luka bakar.

3. Luka bakar derajat tiga : merupakan jenis yang paling berat dan mengenai seluruh lapisan kulit serta jaringan sekitarnya. Permukaan kulit bisa terlihat berlemak, keras dan kasar ataupun hangus. Karena terjadi kerusakan saraf maka pada awal biasanya tidak terasa nyeri atau sedikit nyeri. Waktu untuk penyembuhan sangat tergantung pada luasnya luka. Pada luka bakar derajat dua yang dalam dan derajat tiga (disebut full-thickness) biasanya memerlukan penanganan dokter spesialis bedah plastik untuk tranplantasi kulit dan dikenal sebagai „skin grafts“.

Apa yang harus dilakukan pada luka bakar saat kita menghadapinya :

1. Dapatkan segera pertolongan medis apabila :

• Diduga luka bakar derajat dua atau tiga

• Luka bakar luas walaupun nampak ringan; setiap luka bakar yang mengenai lebih dari 15 – 20 % luas permukaan tubuh harus segera mendapat pertolongan medik. Jangan menggunakan kompres basah karena akan membuat suhu tubuh anak menurun. Tutup daerah luka dengan kain/handuk yang bersih dan kering.

• Luka bakar oleh karena bahan kimia, api dan listrik

• Luka bakar di daerah wajah, kulit kepala, tangan, permukaan sendi serta alat kelamin.

• Luka bakar yang kelihatan terinfeksi (bengkak, bernanah, kemerahan yang bertambah atau garis kemerahan pada kulit didekat luka).

2. Untuk luka bakar derajat satu :

• Segera lepaskan pakaian yang menutupi daerah luka

• Alirkan air bersih (jangan air es) pada daerah yang terkena, jaga kebersihan dan daerah luka dikompres dingin (tapi jangan dengan es) sampai nyeri berkurang

• Jangan olesi apapun termasuk mentega, minyak, serbuk obat pada luka

• Bila kulit yang terkena hanya sedikit, tutup saja dengan kasa steril

• Berikan sirup parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi sakit

3. Untuk luka bakar derajat dua dan tiga : Segera hubungi UGD terdekat; dan sambil menunggu pertolongan, lakukan hal-hal berikut :

• Baringkan anak dengan daerah yang terkena agak ditinggikan

• Lakukan instruksi untuk luka bakar derajat satu

• Lepas semua perhiasan dan pakaian yang menutup luka kecuali pakaian yang melekat pada luka, kalau perlu dengan memotong/mengguntin g pakaian itu.

• Jangan memecahkan lepuhan yang terbentuk

• Taruh kasa steril basah diatas daerah luka

4. Untuk luka bakar listrik dan bahan kimia :

• Siram daerah yang terkena dengan air bersih mengalir selama 5 menit atau lebih. Jika yang terkena luas, gunakan penyiraman dengan pancuran air di kamar mandi (shower)

•Jangan melepaskan pakaian sebelum sebelum kulit disiram dengan air; sambil dilakukan penyiraman, pakaian pada daerah yang terkena dapat dilepas.

• Jika daerah yang terkena hanya kecil, siram selama 10 – 20 menit lalu tutup dengan kasa steril dan hubungan dokter anak anda.

• Luka bakar bahan kimia pada mata memerlukan evaluasi medik segera setelah dilakukan penyiraman dengan air.

Walaupun luka bakar listrik dan bahan kimia mungkin tidak selalu terlihat tapi dapat berakibat serius sebab bisa menyebabkan kerusakan organ bagian dalam. Simptom bisa bervariasi tergantung pada jenis dan berat serta penyebabnya.

Jika anda mencurigai anak menelan bahan kimia atau benda berbahaya misalnya baterai arloji, segera hubungi UGD terdekat (kalau di AS yang dihubungi terdahulu adalah „poison control” yang konon sangat mudah dihubungi).

Pencegahan Luka Bakar di rumah atau lingkungan :

Walaupun kita tidak mungkin mencegah sepenuhnya anak untuk bebas dari cidera, tetapi dengan sistim pencegahan yang sederhana, bisa mengurangi kemungkinan terjadinya luka bakar yang tidak perlu di rumah.

Tindakan umum:

• Jauhi jangkauan anak dari korek api, bahan kimia, lilin dan sebagainya

• Semua „outlet“ listrik harus ada pengaman/penutupnya

• Kabel listrik/kabel alat lektronik yang nampak sudah tua jangan digunakan

• Jangan membawa air panas sambil mengendong anak.

• Pasang pengaman untuk air panas di kamar mandi

• Jangan biarkan anak anda sendiri di kamar mandi yang ada air panasnya.

Moms and dads, semoga paparan diatas cukup membantu dalam hal melindungi anggota keluarga kita dari kejadian lukak bakar..

Posted in: Dunia Sehat