SUARA HATI SEORANG BAYI

Posted on September 19, 2010

6


by dr. Henny Zainal, BC, Cht

(Jika seorang bayi dapat berbicara, di antara tatapan cintanya dan di setiap tangisannya)

Wahai ayah bunda tercinta..

Aku telah hadir di tengah-tengahmu..

Aku telah menjadi bukti cinta kasihmu..

Aku telah turun ke dunia demi memenuhi tugas dari Tuhanku..

Wahai ayah bunda tercinta..

Letakkanlah aku di atas perut dan dadamu begitu ku lahir..

Biarkanlah aku merangkak di atas perut dan dadamu..

Sesungguhnya aku ingin menyelamatkan ibuku dari perdarahan..

Sesungguhnya aku ingin membuat air susu dari Tuhanku keluar semakin banyak..

Wahai ayah bunda tercinta..

Biarkanlah aku tidur bersamamu segera setelah ku lahir dan seterusnya didalam hari-harimu..

Biarkanlah aku menikmati suaramu, nafasmu, dan aroma tubuhmu..

Sesungguhnya bersama denganmu setiap hari pada awal kehidupanku memberikan kenyamanan dan ketenangan bagiku..

Wahai ayah bunda tercinta..

Peluklah aku..

Sesungguhnya aku kedinginan di dunia yang baru ini..

Bukanlah selimut atau pakaian tebal yang kubutuhkan..

Namun, biarkanlah aku menikmati kehangatan tubuhmu dan kasihmu..

Wahai ayah bunda tercinta..

Dekaplah aku dengan penuh kasih..

Biarkanlah aku mendengar suara detak jantungmu..

Biarkanlah aku tetap berada dalam rengkuhanmu..

Sesungguhnya aku sangat ketakutan karena banyaknya suara-suara yang tidak aku kenal..

Wahai ayah bunda tercinta..

Berikanlah hanya air susu ibu bagiku..

Biarkanlah aku menikmati setiap tegukan air susu ibuku..

Sesungguhnya Tuhanku mengatakan bahwa hanya air susu ibukulah yang akan membuatku sehat, cerdas, dan tangguh..

Wahai ayah bundaku..

Bersabarlah akan diriku, tangisanku, dan segala perilakuku..

Bertawakallah pada Tuhanku..

Istiqomahlah akan apa yang engkau lakukan..

Sesungguhnya, Tuhanku amatlah dekat dan mintalah pertolonganNya..

Wahai ayah bundaku tercinta..

Terima kasih untuk kasih sayangmu..

Terima kasih untuk kesabaranmu..

Terima kasih untuk pelukanmu..

Terima kasih untuk bisikan kasih sayangmu..

Terima kasih untuk dekapan cintamu..

Terima kasih untuk doá – doá yang tiap waktu engkau panjatkan bagiku..

Terima kasih untuk keyakinanmu pada Tuhanmu..

Wahai Ayah bundaku tercinta..

Tiadalah cukup ucapan terima kasihku padamu..

Sungguh surga di telapak kakimu, sesuai dengan janji Tuhanku..

Wahai Ibuku Kekasih Hatiku..

Wahai Ayah Pelindungku..

Doá yang kupinta pada Tuhanku..

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan juga untuk kedua orang tuaku..

Dan, kasihilah mereka semua sebagaimana mereka telah mengasihi aku ketika kecil..

Wahai ayah bundaku tercinta..

Biarkanlah Tuhanku membalas setiap tetes airmata dan keringat lelahmu saat engkau beranjak tua nanti..

Biarkanlah kasih sayang Tuhanku menyayangimu, sebagaimana engkau menyayangi diriku sewaktu kecil..

Sungguh aku sangat mencintaimu..

Jakarta, 24 Agustus 2010

Do’a untuk Ayah Bunda dari setiap buah hatinya :

“Rabbi (i)ghfirlii wa li-waalidayya” (Ya Robb-ku, ampunilah aku dan/juga untuk kedua orang tuaku).

“wa (ar)hamhu maa kamaa robbayanii soghiraa” (dan kasihilah mereka semua, sebagaimana mereka telah mengasihi aku ketika kecil)”

QS. Al Baqarah (2) : 233, Allah subhana wa taála berfirman;

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِير

Artinya :

“Dan ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf…”

Posted in: Dunia Laktasi