Kesabaran dalam Perjalanan Panjang nan Berliku

Posted on Januari 28, 2011

0


Bismillaah..

Pagi-pagi sudah duduk manis di depan notebook tercinta. Mulai mengatur materi demi materi yang akan diberikan untuk sabtu esok. Walaupun hanya kurang dari 5 peserta, namun tetap saja memberikan materi dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.

Terlintas dalam pikiran kejadian tadi malam dimana aku merasakan ujian atas kesabaran menghadapi komentar-komentar bernada sarkastik. Alhamdulillah dengan keterbatasan yang dimiliki, aku bisa menekan emosi dan tidak terpancing dengan ke”gila”an yang dilakukan mereka.

Dan, pagi ini mendapatkan tausiyah yang luar biasa dari Ust. Fadhlan. Seorang muállaf dari Nu Waar, Papua yang berjuang me”manusia”kan masyarakat Papua. Ulasan beliau tentang kesabaran, sungguh mengguncang hati.

Kalimat beliau yang aku benar-benar melekat, bahwa ujian kesabaran selalu diberikan oleh Allah subhana wa taála dalam setiap tarikan napas manusia. Dimana pendidik kesabaran sempurna adalah Rasulullah shalallaahu alayhi wa sallam.

Beliau juga berkata bahwa seorang muslim dengan memiliki pendidik yang sangat sempurna kesabarannya, maka sudah selayaknya menjadi para pemikir dan penguasa ilmu dunia dan akhirat. Shalawat demi shalawat diucapkan bukanlah sekedar di mulut, tetapi menjalar di seluruh tubuh, di setiap aliran darah tubuh ini..

Merindiiinngg.. Wuaahh sungguh terbayang betapa besarnya kekuatan umat muslim ini, sehingga kaum lainnya terus menyibukkan diri berupaya mencari pembenaran demi pembenaran untuk melemahkan umat muslim.

Teringat akan sebuah peristiwa dimana Rasulullah shalallaahu alayhi wa sallam mencoba berdakwah di sebuah wilayah. Beliau shalallaahu alayhi wa sallam yang terkenal akan kejujuran dan ketulusan hatinya, disiksa dan dilempari bebatuan hingga sekujur tubuhnya berlumuran darah.

Saat itu malaikat Jibril radhiyallaahu anhu berujar bahwa jika Rasul shalallaahu alayhi wa sallam menginginkan, maka seluruh gunung dan bumi akan bergerak menghancurkan mereka semua sesuai perintah Beliau shalallaahu alayhi wa sallam.

Namun apa yang Beliau shalallaahu alayhi wa sallam katakan? Subhanallah, sungguh nyata dirinya sebagai pendidik kesabaran yang sempurna. Beliau hanya berujar bahwa tindakan tersebut tidak diperlukan dan memanjatkan doá kepada Allah subhana wa taála, sebagai pemegang hati setiap makhluk, sebagai pemilik setiap makhluk agar Ia menjadikan keturunannya sebagai pengikut setia Rasul shalallaahu alayhi wa sallam.

Hal tersebut memang terbukti bertahun-tahun kemudian, kala keturunan mereka menjadi pengikut dan pembela agama yang dibawa oleh Muhammad shalallaahu alayhi wa sallam.

Jiwa dan raga ini semakin merasakan kekuatan semangat yang luar biasa. Hinaan dan cercaan adalah wadah menuju kemuliaan. Caci maki dan tekanan adalah wadah untuk memilah manakah kawan dan lawan.

Sesuai firman Allah subhana wa taála pada QS. An-Naas ;

“Mina al-Jinnati wan-Nas (Dari golongan jin dan manusia)

Orang yang menjadikan firman Allah min al-jinnati wa an-nas sebagai ‘athf bagi al-waswas dengan mengasumsikan huruf ‘athf maka maknanya; Aku berlindung kepada Tuhan manusia dari bisikan khonnas (orang yang mundur jika disebut asma Allah), dan (berlindung) dari jin dan manusia. Seolah-olah memohon perlindungan kepada Tuhannya dari syetan yang satu kemudian memohon perlindungan kepada Tuhannya dari semua jin dan manusia”

Semoga Allah subhana wa taála memberikan perlindungan bagiku. Dalam setiap langkah kakiku menyampaikan kebenaran.

Ahh sungguh malunya hati ini jika berkeluh kesah.. Sungguh malu hati ini jika tidak memiliki kesabaran dalam menanggapi emosi negatif orang lain..

Sungguh tidak sabar rasanya menuju ke Bandung. Ingin segera berdiskusi lebih jauh mengenai sistem imunitas bersama dr Tauhid Nur Azhar, penulis buku “Jangan ke Dokter Lagi”. Sebagai peneliti Immunologi dan Biologi Molekuler, tentunya akan banyak ilmu dan pengalaman yang bisa didiskusikan.

Semoga semua urusan dan harapan bisa tercapai, dengan kesabaran dalam menempuh perjalanan panjang nan berliku..

Semoga Allah subhana wa taála memberikan kemudahan demi menggapai setetes demi setetes ilmu-Nya di lautan samudera ilmu.

Ditandai: , ,
Posted in: Catatan Hidupku